5Ayat ini, yang begitu penuh dengan arti, begitu tegas, patut kita periksa dengan teliti, karena ini membangkitkan harapan akan keadilan yang sempurna di masa depan. Perhatikan ungkapan, "menetapkan suatu hari"; "menghakimi dunia"; "dengan adil"; "oleh seorang yang telah ditentukanNya"; 'memberikan suatu jaminan
HakimPaling Adil Sahabat dunia islam, Secara keseluruhan dalam Al-Quran disebutkan bahawa Sang Khalik telah melantik Nabi SAW sebagai seorang hakim. Pelantikan itu disenaraikan dalam surah An-Nisa '[4] ayat 61, 65, dan 105; surah As-Syura '[42] ayat 15; dan surah An-Nur ayat [24] 51.
. Oleh Ustaz Faisal Kunhi – Tiga jenis hakim di akhirat dijelaskan dalam hadits Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Nabi Muhammad sebagai sosok pemimpin yang adil, beliau pernah berkata, “Seandainya Fatimah binti Muhammad mencuri, pasti aku akan potong tangannya.“ Menjadi hakim adalah sebuah profesi yang mulia. Karenanya, seorang hakim bisa masuk surga dengan keadilan yang ia wujudkan melalui keputusannya; dan seorang hakim bisa masuk neraka ketika ia tergoda dengan suap dan gratifikasi sehingga ia memutuskan sebuah vonis yang jauh dari nilai-nilai keadilan. Baca Juga Raffia Arshad, Hakim Berhijab Pertama di Inggris Dari Abu Buraidah dari Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam, beliau bersabda اَلْقُضَاةُ ثَلاَثَةٌ اثْنَانِ فِي النَّارِ وَوَاحِدٌ فِي الْجَنَّةِ رَجُلٌ عَلِمَ الْحَقَّ فَقَضَى بِهِ فَهُوَ فِي الْجَنَّةِ وَرَجُلٌ قَضَى لِلنَّاسِ عَلَى جَهْلٍ فَهُوَ فِي النَّارِ وَرَجُلٌ جَارَ فِي الْحُكْمِ فَهُوَ فِي النَّارِ. “ “Hakim itu ada tiga macam, dua di Neraka dan satu masuk Surga; 1 seorang hakim yang mengetahui kebenaran lalu memberi keputusan dengannya, maka ia di Surga, 2 seorang hakim yang mengadili manusia dengan kebodohannya, maka ia di Neraka, dan 3 seorang hakim yang menyimpang dalam memutuskan hukuman, maka ia pun di Neraka.” Hakim adalah wakil Tuhan di muka bumi untuk mewujudkan keadilan. Jika seseorang tidak bisa mendapatkan keadilan di pengadilan, maka di mana lagi dia bisa mendapatkan keadilan? Maka, hendaknya seorang hakim tidak memberikan keputusan kepada seseorang berdasarkan suka dan benci, karena jika itu yang menjadi dasarnya, itu adalah tanda bahwa hukum sudah bisa diperjualbelikan. Allah berfirman يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ لِلَّهِ شُهَدَاءَ بِالْقِسْطِ ۖ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَىٰ أَلَّا تَعْدِلُوا ۚ اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَىٰ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ “Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan kebenaran karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” QS. Al Maidah 8 Syaikh Muhammad Ali Ashobuni berkata tentang ayat di atas, “Bahwa berbuat adil kepada seseorang yang kita tidak suka akan membuat kita semakin bertaqwa kepada Allah. Sebab sebuah kewajaran jika kita bisa berbuat adil kepada orang yang kita cintai; oleh karenanya seorang hakim tidak membuat keputusan ketika ia dalam keadaan marah.” Tiga Jenis Hakim, Jangan Memutus Perkara atas dasar Perasaan Imam Syafi’I berkata, “وَعَينُ الرِضا عَن كُلِّ عَيبٍ كَليلَةٌ وَلَكِنَّ عَينَ السُخطِ تُبدي المَساوِيا “ “Pandangan suka akan menyembunyikan segala kekurangan sebagaimana pandangan kebencian akan menampakkan semua keburukan.” Zamakhsyari berkata Bahwa berbuat adil sebuah kewajiban walau kepada mereka orang-orang kafir yang nota bene mereka adalah musuh Allah. Islam telah memberi contoh bagaimana memberikan keadilan walaupun kepada orang kafir, seperti ketika seorang Yahudi mencuri baju besi milik Ali bin Thalib, lalu permasalahan ini diadukan ke pengadilan. Hakim memutuskan bahwa baju besi itu milik orang Yahudi karena Ali tidak mempunyai bukti bahwa baju besinya telah dicuri. Setelah melihat keadilan itu, akhirnya si Yahudi pun memeluk Islam. Profesi hakim adalah profesi yang penuh dengan godaan. Karenanya, jika ada seorang hakim yang jujur dan tidak mudah tergoda dengan iming-iming suap yang berjumlah fantastis, maka kita harus iri dengan keteguhan dan keistiqomahannya. Katakan Kebenaran walau Harus Terbunuh Dari Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu anhu, ia berkata, “Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda لاَ حَسَدَ إِلاَّ فِي اثْنَتَيْنِ رَجُلٌ آتَاهُ اللهُ مَالاً فَسَلَّطَهُ عَلَى هَلَكَتِهِ فِي الْحَقِّ وَآخَرُ آتَاهُ اللهُ حِكْمَةً فَهُوَ يَقْضِي بِهَا وَيُعَلِّمُهَا. “Tidak boleh hasad kecuali pada dua hal; 1 seseorang yang diberi harta oleh Allah, kemudian ia menggunakannya di jalan yang benar dan 2 orang yang diberikan ilmu lalu ia memutuskan perkara dan mengajari manusia dengannya.” Muttafaq alaih Ketika seseorang berniat menjadi penegak hukum, maka pasti hidupnya akan banyak ancaman dan teror dari mereka yang tidak suka terwujudnya keadilan. Umar bin Khattab berkata, “Katakanlah kebenaran walau engkau harus terbunuh karenanya.” Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu dari Nabi Shallallahu alaihi wa sallam, beliau bersabda مَنْ جُعِلَ قَاضِيًا بَيْنَ النَّاسِ فَقَدْ ذُبِحَ بِغَيْرِ سِكِّيْنٍ. “Barangsiapa dijadikan hakim oleh masyarakat, maka ia telah disembelih tanpa pisau.” HR. Abu Daud قال ابن الصلاح المراد ذبح من حيث المعنى ؛ لأنه بين عذاب الدنيا إن رشد وبين عذاب الآخرة إن فسد Ibnu Sholah berkata, “Maksud disembelih adalah karena seorang hakim berada di antara azab dunia jika dia lurus dan azab akhirat jika seorang hakim itu rusak.” Hakim Menyimpang Ditemani Syetan Mayoritas ulama memaknai hadits ini sebagai celaan agar menjauhi profesi hakim jika seseorang tidak memilki integritas. Allah akan bersama seorang hakim yang jujur walau ia hidup sederhana karena ia tidak mau menerima suap dari para penista hukum untuk membenarkan yang salah dan menyalahkan yang benar; dan Allah akan meninggalkan hakim yang zhalim walau ia berlimpah harta karena ia berani menerima suap. Nabi Shallallahu alaihi wa sallam menjelaskan, jika hakim tidak memutuskan dengan keadilan, maka setan akan menjadi kawannya. عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي أَوْفَى قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ مَعَ القَاضِي مَا لَمْ يَجُرْ، فَإِذَا جَارَ تَخَلَّى عَنْهُ وَلَزِمَهُ الشَّيْطَانُ Dari Abdullah bin Abi Aufa, dia berkata Rasûlullâh Shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allâh bersama hakim selama dia tidak menyimpang, jika dia menyimpang Allâh meninggalkannya, dan syaitanpun menemaninya.” HR. Ibnu Majah. Itulah tiga jenis hakim di akhirat yang merupakan cermin dari perbuatannya di dunia. [ind]
Kisah Dongeng Cina Hakim Paling Adil dan Si Kikir Hakim itu bernama Duan Guangqin. Ia sangat dihormati oleh masyarakat karena sering membuat keputusan- keputusan yang sangat adil sehingga sama-sama memuaskan kedua belah pihak. Pada suatu siang yang cerah, Duan Guangqin berjalan-jalan di sekitar pasar. Bukankah Allah adalah hakim yang paling adil? Jangan kaukira Allah menciptakan manusia secara sia-sia dengan tidak memberinya perintah dan larangan. Allah telah menurunkan aturan syariat. Dia akan memberi putusan dengan adil; memberi pahala kepada orang yang taat dan menghukum orang yang bersalah. Siapakah hakim yang adil adil? Hakim yang paling adil baik di dunia maupun di akhirat yaitu adalah Allah SWT. Siapa hakim yang Adil dan Bijaksana? allah swt adalah hakim yang paling bijaksana, artinya mengadili umat manusia dengan Siapa hakim yang paling adil dalam ayat? Penjelasan karena telah dijelaskan dalam surat at -tin ayat 8 bahwa yang dimaksud hakim yang adil adalah Allah SWT. Mengapa Allah dikatakan hakim yang paling adil? Karena Allah maha melihat,maha mendengar dan maha mengetahui apa yg kt perbuat. Siapa hakim yang paling adil di dunia dan di akhirat? Maksud Allah adalah Hakim yang seadilnya adilnya dalam surat At-tin adalah Allah merupakan hakim yang paling adil, karena di akhirat nanti setiap-tiap manusia akan mendapatkan balasan yang setimpal dengan apa yang telah dilakukanny selama di dunia dengan perhitungan yang paling adil. Siapa yang menjadi hakim bagi seluruh amal manusia selama hidup di dunia? Zat yang menjadi hakim yang paling adil pada saat yaumul hisap adalah Allah Allah memiliki salah satu asmaul husna yaitu al adl. Asmaul husna Al adl secara bahasa aatau secara etimologi artinya adalah Maha adil. Asmul husna al adl menjelaskan bahwa Allah adalah zat yang paling adil. Al Adl apa artinya? Al Adl artinya Maha Adil, Ketahui Nama Baik Allah dalam Asmaul Husna. Jakarta Al Adl artinya merupakan salah satu nama-nama baik Allah SWT. Allah memiliki 99 nama yang disebut sebagai Asmaul Husna. Bukankah Allah hakim yang paling adil ? ayat yang tepat adalah? QS. At-Tin Ayat 8 8. Bukankah Allah hakim yang paling adil? Apa arti dari surah At-Tin ayat 4? 4. Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk fisik yang sebaik-baiknya, jauh lebih sempurna daripada hewan. Kami juga bekali mereka dengan akal dan sifat-sifat yang unggul. Dengan kelebihan-kelebihan itulah Kami amanati manusia sebagai khalifah di bumi. Allah Subhanahu Wa Ta Ala adalah hakim yang paling adil coba jelaskan menurut pendapatmu apa perbedaan adil menurut Allah Subhanahu wa Ta ala dan manusia? Jawaban terverifikasi ahli Keadilan Allah SWT bersumber dari ilmu Allah Yang Maha Luas. Adapun keadilan manusia sifatnya tidak mutlak, dipengaruhi berbagai hal dan hanya bersumber dari pengetahuan yang terbatas. Bagaimana jika ada seorang hakim yang tidak adil? Yang lebih tragis, hakim yang tidak adil ini diancam dengan neraka sebagaimana sabda Rasulullah SAW, Hakim itu ada tiga macam, hanya satu yang masuk surga, sementara dua macam hakim lainnya masuk neraka.
Oleh Anwar Abbas, Wakil Ketua Umum MUI dan Ketua PP Muhammadiyah. Masalah kebenaran dan keadilan dalam Islam merupakan masalah yang sangat penting yang harus ditegakkan dan diperjuangkan di manapun kita berada. Oleh karena itu seorang hakim benar-benar tidak boleh menyimpang dari tugas suci dan mulia tersebut. Untuk itu dia tidak boleh memiliki ro'fah atau rasa kasih sayang dan atau pilih kasih dalam menegakkan hukum atau kebenaran dan keadilan tersebut. Dengan istilah lain seorang hakim harus bisa menegakkan hukum tersebut dengan tanpa mengenal pandang bulu. Apalagi Nabi Muhammad saw pernah berkata jika anakku yang bernama Fatimah yang sangat aku sayangi dan cintai itu mencuri maka pasti aku akan potong tangannya. Oleh karena itu seorang hakim dalam mengadili sebuah perkara dia harus berusaha dan berjuang dengan sekuat tenaga dan kemampuannya untuk bisa menegakkan kebenaran dan keadilan tersebut secara bersungguh-sungguh dan bertanggung jawab. Untuk itu seorang hakim tidak boleh dan jangan mau diintervensi oleh siapapun termasuk oleh sang penguasa dan si pemilik kapital agar dia sebagai hakim memiliki kebebasan untuk bisa memutus sebuah perkara dengan tepat dan benar serta dengan seadil-adilnya. Hal ini harus diperhatikan oleh seorang hakim karena apapun keputusan yang dia buat hal itu harus dia pertanggung jawabkan nanti di akhirat di depan pengadilan Allah swt Oleh karena itu mengingat pentingnya pekerjaan seorang hakim di dalam salah satu hadis yang diriwayatkan oleh Buraidah rodhiyallohu anhu dia mengatakan Nabi Muhammad saw telah bersabda bahwa hakim itu ada tiga macam yaitu dua di neraka dan satu di syurga. Hakim yang akan dimasukkan oleh Allah swt ke dalam syurgaNya yaitu hakim yang mengetahui kebenaran dan dia berhukum mengambil keputusan dengannya. Sementara ada dua macam hakim yang lain yang akan dilemparkan oleh Allah swt ke dalam api neraka yaitu , pertama, hakim yang mengetahui kebenaran namun dia menyimpang dari kebenaran itu dan yang kedua adalah hakim yang tidak mengetahui kebenaran lalu mengambil keputusan hukum bagi manusia atas dasar kebodohannya tersebut. Jadi dari hadis ini dapat kita simpulkan bahwa tidak akan ada hakim yang bisa selamat nanti dari api neraka di hari akhir kecuali hanya hakim yang mengetahui kebenaran dan mengamalkannya. Sedangkan hakim yang tahu tentang kebenaran tetapi tidak mengamalkan dan tidak menegakkan kebenaran tersebut maka nasibnya akan sama saja dengan hakim yang tidak mengetahui kebenaran lalu menghukum orang atas dasar kebodohannya tersebut. Oleh karena itu sebagai sesama Muslim karena kita diperintah oleh Allah swt untuk saling menasihati dalam hal yang terkait dengan masalah alhaq atau kebenaran, maka mari kita mengingatkan dan menghimbau saudara-saudara kita para hakim agar mereka selalu berlaku benar dan adil dalam membuat setiap keputusan. Hal itu karena mungkin saja engkau akan bisa mendapatkan keuntungan secara duniawiyah dari keputusan yang telah engkau buat tersebut, tapi nanti engkau akan mendapatkan siksa yang sangat pedih dari Allah swt di akhirat kelak. Untuk itu seorang hakim harus tahu dan sadar betul bahwa posisi dia itu sangat penting dan sangat berat . Apalagi mereka sering sekali dihadapkan kepada persoalan apakah dia akan menjual dunianya untuk mendapatkan akhiratnya atau dia akan menjual akhiratnya untuk mendapatkan dunianya. Oleh karena itu sebagai seorang muslim yang baik maka dia harus tahu apa yang terbaik bagi dirinya yaitu bagaimana caranya supaya dia selamat di dunia dan selamat di akhirat. Akibatnya, agar tidak dapat tidak dia hakim harus berusaha untuk menjauhkan dirinya dari hakim yang menjual akhiratnya untuk kepentingan dunianya karena hal demikian jelas-jelas akan sangat merugikan dan akan menjadi penyesalan yang tiada akhir baginya nanti di alam akhir sana. Iru karena dia akan dibakar oleh Allah swt dalam neraka akibat dari kesalahannya dahulu sewaktu dalam membuat keputusan di dunia. Dan itu tentu saja jelas-jelas tidak kita inginkan.
Jakarta - Setiap surat dalam Al Quran selalu membawa pesan dan kandungan tertentu di dalamnya. Tidak terkecuali untuk surat ke-95 dalam Al Quran yaitu, surat At Tin. Bahkan dalam surat ini menyinggung tentang sosok hakim yang paling perlu diketahui bahwa surat ini dinamakan At Tin karena Surat At Tin diawali dengan kata At Tin pada ayat pertamanya. Kata At Tin tersebut mengandung makna buah tin. Meskipun memiliki arti buah Tin, Surat At Tin tidak serta-merta hanya membahas yang berkaitan dengan buah satu kandungan dari Surat At Tin adalah membahas tentang kebesaran Allah SWT dalam penciptaan surga dan neraka. Hingga penciptaan makhluknya yang paling sempurna, yaitu manusia. Surat At Tin juga menyebut sosok hakim yang paling adil pada ayat terakhirnya. Berikut bunyi bacaan Surat At Tin ayat 8أَلَيْسَ اللَّهُ بِأَحْكَمِ الْحَاكِمِينَBacaan latin a laisallāhu bi`aḥkamil-ḥākimīnArtinya "Bukankah Allah Hakim yang seadil-adilnya?"Berdasarkan ayat di atas, dapat disimpulkan bahwa hakim yang paling adil adalah Allah SWT dan tiada yang mampu menyaingi keadilan dari Allah SWT. Menurut tafsir Ibnu Katsir, yang dimaksud keadilan Allah dari surat ini adalah Allah tidak pernah melampaui batas dan tidak melakukan aniaya terhadap siapa Allah menciptakan neraka Jahannam hingga hari pembalasan hanya untuk orang-orang yang melanggar perintah-Nya. Sebagai hakim yang paling adil, Allah tidak akan mengadili orang-orang taat kepada-Nya dan meneladani itulah sebagai umat muslim, sudah sebaiknya kita berlomba-lomba untuk menyiapkan bekal kita masing-masing di akhirat bacaan lengkap dari surat At Tin ayat 1 sampai 8 adalah sebagai وَٱلزَّيْتُونِBacaan latin wat-tīni waz-zaitụn1. Artinya "Demi buah Tin dan buah Zaitun,"وَطُورِ سِينِينَBacaan latin wa ṭụri sīnīn2. Artinya "dan demi bukit Sinai,"وَهَٰذَا الْبَلَدِ الْأَمِينِBacaan latin wa hāżal-baladil-amīn3. Artinya "dan demi kota Mekah ini yang aman,"لَقَدْ خَلَقْنَا ٱلْإِنسَٰنَ فِىٓ أَحْسَنِ تَقْوِيمٍBacaan latin laqad khalaqnal-insāna fī aḥsani taqwīm4. Artinya "sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya."ثُمَّ رَدَدْنَٰهُ أَسْفَلَ سَٰفِلِينَBacaan latin ṡumma radadnāhu asfala sāfilīn5. Artinya "Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya neraka,"إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ فَلَهُمْ أَجْرٌ غَيْرُ مَمْنُونٍBacaan latin illallażīna āmanụ wa 'amiluṣ-ṣāliḥāti fa lahum ajrun gairu mamnụn6. Artinya "kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh; maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya."فَمَا يُكَذِّبُكَ بَعْدُ بِٱلدِّينِBacaan latin fa mā yukażżibuka ba'du bid-dīn7. Artinya "Maka apakah yang menyebabkan kamu mendustakan hari pembalasan sesudah adanya keterangan-keterangan itu?"أَلَيْسَ اللَّهُ بِأَحْكَمِ الْحَاكِمِينَBacaan latin a laisallāhu bi`aḥkamil-ḥākimīn8. Artinya "Bukankah Allah Hakim yang seadil-adilnya?" rah/nwy
siapakah hakim yang paling adil di dunia dan akhirat